Permainan Angka Sudoku

Masukkan angka 1 -4 ke dalam kotak.
Tiap baris, kolom dan kotak 2 x 2 harus berisi angka 1-4.


Tampe Ruma Sani


Pada zaman dahulu, hiduplah Alkisah seorang anak perempuan bernama Tampe Ruma Sani. Semua orang di kampungnya mengenal dia, sebab setiap hari ia menjajakan ikan hasil tangkapan ayahnya. Ibunya sudah meninggal. Di rumahnya ia tinggal bersama ayah dan adik laki-lakinya yang masih kecil. Ia memasak nasi untuk ayah dan adiknya. Kasihan Tampe Ruma Sani yang masih kecil itu. Ia harus mengerjakan pekerjaan rumah tangga yang seharusnya dikerjakan oleh orang dewasa.
Pada suatu hari, seorang janda menyapa Tampe Rurna Sani, “Sudah habis ikanmu Nak? Tiap hari saya lihat ikanmu cepat habis, apa rahasianya?”
“Saya menjual ikan lebih murah dari orang lain, agar cepat habis sehingga  saya bisa cepat pulang untukmenanak nasi untuk ayah dan adik saya. Juga pekerjaan rumah tangga yang lain harus saya kerjakan”, jawab Tampe Rurna Sani sambil berjalan dengan cepat.
“Siapa nama adikmu?”
“Mahama Laga Ligo”, jawab Tampe Rurna Sani.
“Mengapa bukan adikmu yang memasak?”
“Adik saya masih kecil, belum bisa memasak.” Janda itu bertanya bermacam-macam hal kepada Tampe Ruma Sani.
“Sampaikan salamku kepada ayahmu! Aku mau membantu kalian dan tinggal di rumah ayahmu. Aku mau membuat tembe (sarung), sambolo (destar\ikat kepala) dan ro sarowa (celana) untuk ayahmu”, kata janda itu dengan manis.“Baik Bu, akan saya sampaikan kepada ayah.” Tak lama kemudian,  janda itu menikah dengan ayahnya, dan menjadi ibu tirinya.
Sekarang  Tampe Ruma Sani lidak lagi memasak. Pekerjaannya hanya menjajakan ikan saja. Sekali-sekali ia ikut menumbuk padi. Setiap menumbuk padi, ibunya selalu berpesan agar beras yang utuh dipisahkan dengan yang hancur.
Pada mulanya, ibu tirinya sangat baik kepada Tampe Ruma Sani dan adiknya. Namun, lama-kelamaan sikapnya berubah. Tampe Rurna Sani dan Mahama Laga Ligo mendapat perlakuan yang kurang baik, lebih-lebih kalau ayahnya tidak berada di rumah.
Pada suatu hari, ayahnya baru pulang menangkap ikan. Sang ibu tiri segera menyiapkan makanan yang enak-enak untuknya. Sedang untuk anak tirinya disediakan nasi menir (nasi dari beras yang hancur). Melihat hal itu, Tampe Ruma Sani memberanikan diri lapor kepada ayahnya, “Ayah dan ibu makan nasi yang bagus dan ikannya yang enak-enak, sedang saya dan adik nasinya kecil-kecil dan tidak ada ikannya”. Mendengar hal itu ayahnya bertanya, “Mengapa makanan anak-anak berbeda dengan makanan kita Bu?”
“Sebenarnya sama saja, pak. Lihatlah sisa makanan yang ada di kepala Mahama Laga Ligo,” jawab istrinya.
Sebenarnya nasi yang ada di kepala Mahama Laga Ligo sengaja ditaruh oleh ibu tirinya menjelang ayahnya datang. Hal yang demikian telah dilakukan berkali-kali. Ibunya sangat marah kepada Tampe Ruma Sani yang berani melapor kepada ayahnya. Setelah suaminya pergi, sang ibu tiri menghajar Tarnpe Ruma Sani sampai babak belur. Tampe Ruma Sani menangis sejadi-jadinya. Melihat kakaknya dihajar, Mahama Laga Ligo pun ikut menangis.
“Kalau kalian berani melapor kepada ayahmu lagi,  akan kubunuh kalian!” ancam ibu tirinya.
Perlakuan kasar telah biasa diterima oleh kedua anak itu. Mereka tidak berani melaporkan kejadian itu kepada ayahnya, karena takut kepada ibu tirinya.
Kini kedua anak itu sudah menginjak dewasa. Kakak beradik itu bermaksud pergi meninggalkan orang tuanya untuk mencari nafkah sendiri, karena tidak tahan lagi menerima siksaan ibu tirinya. Maksud itu pun disampaikan kepada ayahnya, “Ayah, kami sekarang sudah besar, ingin pergi mencari pengalaman. Oleh karena itu, izinkanlah saya dan Mahama Laga Ligo pergi”.

“Mengapa engkau mau meninggalkan rumah ini? Tetaplah di sini. Rumah ini nanti akan sepi.” kafa ayahnya. Ibu tirinya segera menyahut, “Benar kata Tampe Ruma Sani. Dia kini sudah besar. Maka sebaiknya ayah mengizinkan mereka pergi.” Ibu tirinya memang sudah tidak senang dengan anak-anak tirinya yang dirasa sangat mengganggu.
Akhirnya, ayahnya pun dengan berat mengizinkan, berkat desakan istrinya yang terus-menerus.
Pagi harinya kedua anak itu meninggalkan rumahnya. Ibu tirinya memberi bekal nasi bungkus. Sang ayah mengantarkan sampai ke batas desa.
Kedua anak itu berjalan menyusuri hutan dan sungai. Sesekali mereka membicarakan ibu tirinya yang kejam. Sesekali juga membicarakan ayahnya yang kena pengaruh ibu tirinya. Setelah seharian berjalan, Mahama Laga Ligo merasa capai. “Kak, saya capai dan lapar. Istirahat dulu ya Kak”, katanya. Mereka mencari tempat yang teduh. Mereka mulai membuka bekal dari ibu tirinya, tapi tercium bau kotoran.
“Pindah dulu, di sekitar sini ada kotoran, kata Tampe Ruma Sani, sambil mengamati di mana kotoran itu berada. Namun, di sekitar tempat itu bersih. Lalu ia duduk lagi dan meneruskan membuka bekal yang dipegang adiknya. Ketika bekal itu dibuka bau itu tercium lebih keras. Akhinya, tahulah sumber bau itu. Bau itu temyata berasal dari bekal yang dibawanya. Rupanya ibu tirinya sangat jahat, sehingga sampai hati memberi bekal yang dicampuri kotoran manusia. Lalu, bungkusan itu pun dibuang, dengan perasaan marah dan sedih.
Dengan mengikat perutnya kencang-kencang untuk menahan lapar, kedua kakak beradik itu pun melanjutkan perjalanan. Setelah beberapa lama herjalan, dilihatnya sebuah rumah di tengah hutan. Kedua anak itu merasa senang. Segeralah keduanya menaiki tangga dan mengetuk pintu. Namun, setelah beberapa saat tidak terdengar jawaban. Diketuknya pintu  sekali lagi, tetap tidak ada jawaban. Lalu, keduanya mendorong pintu rumah itu sedikit demi sedikit. Ternyata pintu itu tidak dikunci. Ia memeriksa seluruh penjuru rumah, temyata rumah itu tidak ada penghuninya. Di sebuah sudut rumah itu ada tiga buah karung. Setelah diperiksa, ternyata karung itu berisi merica, cengkih, dan pala. Di atas meja tersedia makanan. Di sekitar rumah ditumbuhi rumput yang tinggi, yang tampak tidak pernah dijamah manusia maupun binatang.
“Mari kita duduk di dalam rumah menunggu pemiliknya” kata Tampe Ruma Sani kepada adiknya.Mereka duduk-duduk. Tak berapa lama, karena kecapaian, mereka tertidur. Pada saat terbangun hari telah pagi. Penghuni rumah itu belum juga muncul. Makanan di atas meja masih tetap utuh. Mereka heran, makanan itu masih hangat. Karena kelaparan, makanan itu pun mereka makan sampai habis.
Tiga hari sudah mereka berada di rumah itu. Setiap mereka bangun pagi, makanan hangat telah tersedia. Mereka semakin terheran-heran, namun seolah  tidak mampu berpikir dari mana datangnya semuanya itu.
Untuk menjaga kemungkinan makanan tidak tersedia lagi, mereka bermaksud menjual rempah-rempah dalam karung itu. Pada hari keempat, Maharna Laga Ligo berkata kepada kakaknya, “Kak, biarlah saya yang menjual rempah-rempah ini sedikit demi sedikit ke pasar. Sementara saya pergi, kakak di dalam rumah saja. Kalau ada orang datang, jangan sekali-sekali kakak membukakan pintu”.
“Baiklah, pergilah, tetapi jangan lama-lama”, jawab kakaknya.
Kebetulan hulubalang raja yang sedang berburu di hutan. Setelah beberapa lama, mereka sangat heran di tengah hutan itu ada sebuah rumah. Selama ini, di daerah itu tidak pernah ada seorang pun berani tinggal. Maka salah seorang hulubalang itu menaiki tangga rumah itu dan mengetuk pintunya. Tampe Ruma Sani tidak berani menjawab, apalagi membuka pintu. Ia bersembunyi di bawah meja dengan sangat ketakutan. Dalam hati berdoa semoga adiknya cepat datang.
Karena ketukan pintunya tidak mendapat jawaban, maka hulubalang raja itu turun, dan memeriksa kolong rumah itu. Ia melihat rambut yang terjurai di bawah kolong. Lalu, ia pun menarik rambut itu. Rambut itu adalah rambut Tampe Ruma Sani. Ketika ditarik, ia merasa kesakitan dan berteriak. Hulubalang itu terkejut. Ia lidak mengira, rambut itu rambut manusia. Ia segera kembali meminta agar pintu dibuka. Namun, Tampe Ruma Sani tetap tidak mau membuka.

Hulubalang itu segera kembali ke kerajaan melaporkan peristiwa itu kepada raja.Mendapat laporan yang demikian, raja bersama beberapa hulubalang yang lain segera menuju hutan di mana rumah itu berada.

Raja meminta agar pintu dibuka. Namun, Tampe Ruma Sani tetap tidak berani membukanya. Akhirnya, pintu itu pun didobrak beramai-ramai. Tampe Ruma Sani berteriak ketakutan.
“Jangan takut! Aku raja di negeri ini”.
Pada saat itu, Mahama Laga Ligo datang. “Saya datang, Kak. Bukalah pintu!”

Tampe Ruma Sani membukakan pintu dan memperkenalkan sang raja dan para hulubalang. Dan mereka pun dibawa ke istana dan Tampe Rurna Sani dijadikan permaisurinya.

Belajar Bertanggung Jawab


Cara terbaik bagi anak untuk belajar membuat keputusan yang baik adalah membuat kesalahan-kesalahan kecil, mengalami konsekuensi yang diakibatkan kesalahan itu dan melihat orang dewasa di sekitarmu tetap mencintaimu walaupun kau membuat kekacauan.
Sayangnya, kebanyakan orang tua tidak memberikan kesempatan itu. mereka memastikan anak-anak mereka tidak melakukan kesalahan, membebaskan anak-anak dari konsekuensi dari kesalahan mereka, atau justeru menimbulkan kebencian dengan menunjukkan kemarahan atau penolakan. Berikut  ini tips untuk mencegah hal itu
  • Beri anak-anak Anda cukup kesempatan untuk membuat keputusan tentang hal-hal kecil. Misalnya memberi sedikit uang saku, yang memberi kesempatan untuk memilih apakah mereka ingat untuk membawa bekal ke sekolah.
  • Berharaplah mereka membuat keputusan yang buruk.  Anak-anak belajar membuat keputusan yang baik dengan membuat keputusan yang buruk dan merasakan konsekuensinya.
  • Gunakan emphati dan konsekuensi logis untuk pengajaran. Empathi adalah kuncinya. Dengan merasa sedih untuk anak-anak daripada marah  kepada mereka, anak-anak dibiarkan fokus pada pilihan mereka yang buruk daripada kemarahan kita.
  • Berikan anak-anak kesempatan membuat keputusan lagi. Ini memberikan pesan yang kuat: “Kita percaya kita akan mendapatkan akibat dari keputusan yang buruk.”


Sumber: https://www.loveandlogic.com


Tebak Gambar


Ada Beraps Kubus?

Ada 

Serupa Tapi Tak Sama


Permainan Analogi Gambar

Perhatikan gambar ini 
Tiap kelompok gambar terdiri dari 3 gambar dari jenis yang sama dan 1 gambar dari jenis yang bebeda.
Tunjukkan jenis gambar yang berbeda itu.


Acak-acak Nama Serangga

Berikut ini ada beberapa nama serangga tapi penulisannya tidak benar.
Dapat kah kamu menebak nama serangga yang tepat? 
   TUMES
   YUKANY
   ACKEO
   BHEAL
   TLAAL
   TALU
   YAPRA
   BUMKANG

Nasrudin Hoja Bermain Biola

Suatu malam Hoja pulang membawa sebuah biola. Ia menyentuh satu senar dan memainkan satu nada yang sama terus menerus selama berjam-jam. Akhirnya, isterinya hilang kesabaran, katanya “Pemain biola sungguhan tahu bagaimana memnggerakkan tangan naik turun untuk  memainkan semua senar.”

“Oh, bukan begitu sayang,” jawab Hoja. “Para pemain biola itu menggerakkan tangannya menyentuh semua senar sepanjang waktu, karena mereka belum tahu di mana bisa menemukan nada ini!”


Teka Teki Silang




Panci Ajaib


Tuan Haktak menemukan sebuah panci tembaga besar ketika menggali di kebunnya. Ia membawa panci itu pulang dan menunjukkannya kepada isterinya. Mereka gembira dengan penemuan panci itu karena mereka sangat miskin dan tidak punya barang berharga.

Sebelum membawa panci itu pulang, tuan Haktak memasukkan dompetnya ke dalam panci agar tidak jatuh di jalan. Dompet itu berisi 5 koin emas.

Di rumah, nyonya Haktak melongok ke dalam panci dan jepit rambutnya jatuh ke dalam panci. Ketika ia meraih jepit rambutnya, ternyata ia menemukan 2 jepit rambut dan 2 buah dompet suaminya masing-masing berisi 5 koin emas.

Suami isteri itu lalu memasukkan berbagai benda ke dalam panci dan mendapatkannya kembali 2 kali lipat. 

Pada suatu hari nyonya Haktak tak sengaja jatuh ke dalam panci. Tuan Haktak menariknya keluar dari panci dan menemukan satu lagi nyonya Haktak di dalam panci.


Tuan Haktak terkejut sekali hingga jatuh ke dalam panci. Sekarang ada dua pasang tuan dan nyonya Haktak. Mereka pun membangun sebuah rumah yang serupa dengan rumah mereka berdampingan dengan rumah lama mereka untuk tuan dan nyonya Haktak yang baru.

Jawaban Teka Teki Juli 2017

Permainan Cari Kata Nama Hewan Laut

























Teka Teki Silang

Berapa anak Ayam?

Jawaban ; 13 anak ayam

Ada berapa angka 7  ?
/          

Ada Berapa Angka 7?


Kisah Kelinci dan Katak



Semua kelinci di sebuah hutan diundang ke sebuah pertemuan. Para tetua mereka telah memutuskan untuk bertemu untuk membicarakan nasib mereka yang buruk. Mereka punya terlalu banyak musuh. Manusia, anjing, hewan buas dan burung pemangsa semua memburu mereka untuk dimakan, dan mereka tidak punya senjata untuk membela diri. Mereka tidak punya rahang penuh gigi yang tajam seperti anjing dan serigala. Mereka juga tidak memiliki cakar dengan kuku tajam, atau duri di punggung seperti landak yang menghalangi pemangsa. Para kelinci putus asa dan tidak tahan lagi selalu diburu. Satu-satunya jalan keluar menurut mereka adalah melakukan bunuh diri masal. Di dekat hutan itu ada sebuah kolam yang dalam, mereka akan melompat bersama-sama ke dalamnya dan tenggelam, mengakhiri penderitaan mereka.


Sekelompok besar katak tinggal di kolam itu, beberapa dari mereka berjemur di tepi kolam, ketika rombongan kelinci bergegas ke kolam dengan suara gemuruh. Terkejut dan ketakutan, para katak berkoak-koak dan melompat ke dalam air dan bersembunyi. Salah satu kelinci yang tua dan bijaksana, yang memimpin rombongan kelinci melihat katak-katak itu lari, berhenti. Ia mengangkat kaki depannya ke udara, ‘Teman-teman!” teriaknya “Berhenti!” mari kita pikirkan lagi. Yang terjadi tidak seburuk yang kita kira.  Makhluk-makhluk ini takut kepada kita, jadi kita bukan yang terendah.”

Mengajarkan Hubungan Sebab Akibat Kepada Anak-anak


Salah satu pelajaran pertama yang perlu kita ajarkan kepada anak-anak kita adalah hubungan sebab dan akibat. Kita perlu mengajarkan bahwa tiap tindakan kita akan mengakibatkan reaksi sehingga kita harus paham bahwa apa yang kita lakukan itu penting.
Pada akhir tahun ketiga, anak sudah memiliki kesadaran tentang dirinya dan mulai menerima aturan perilaku yang Anda ajarkan. Mereka sudah mampu merasakan emosi seperti merasa bersalah, malu dan bangga. Ini adalah saat yang tepat untuk memberikan pelajaran sebab akibat yang berbunyi setiap aksi memiliki reaksi. Misalnya, bila kamu melangkah ke sana, kamu akan jatuh, atau kalau kamu memukul adikmu, kamu akan menerima konsekuensinya.
Sayangnya, banyak remaja dan orang dewasa muda yang tidak pernah mendapat pelajaran penting ini, dan mungkin ini merupakan salah satu faktor kunci kekacauan dalam kehidupan mereka atau di sekitar mereka,  yang disebabkan kurangnya kesadaran dan tanggung jawab atas tindakan mereka
Kita mengajarkan hubungan sebab dan akibat untuk membantu anak mengenali hubungan antara dua hal atau ketika menunjukkan bahwa satu kejadian adalah hasil dari kejadian lain. Untuk mengajarkannya, carilah contoh yang konkrit, karena balita tidak memahami hal-hal yang rumit. Misalnya: ajak anak Anda ke tempat yang terkena sinar matahari dan katakan, “Bila kamu terkena sinar matahari, kamu akan merasa panas.” “Bila kamu berlama-lama terkena sinar matahari, kulitmu bisa terbakar.” Anda bisa mengajak anak berlari-lari. “Bila kamu berlari dalam waktu lama, kamu akan merasa lelah.” Ketika Anda lihat anak Anda minum segelas air, Anda dapat mengatakan, “Setelah minum air, kamu tidak merasa haus lagi.”
Anda dapat melakukan permainan bersama anak untuk mengajarkan hubungan sebab akibat. Anda dapat menanyakan hal yang sederhana seperti “Apa terjadi bila kita menaruh es krim di sinar matahari?” atau “Tanaman membutuhkan air. Apa yang terjadi bila kita tidak memberinya air?” atau “Bila ayah tidak makan, apa yang terjadi?” “Ayah akan merasa lapar.”
Selanjutnya Anda dapat menjelaskan konsekuensi dari perilaku mereka dan penerimaan aturan alami yang terjadi dari perilaku ini. Dengan demikian, mereka dapat melihat hal ini sebagai konsekuensi, bukan hukuman. Contoh, “Bila aku makan pada waktu makan siang, aku tidak dapat makan lagi nantinya.”
Ketika mereka sudah benar-benar paham mengenai sebab dan akibat, Anda dapat sebab dan akibat yang tidak terlalu jelas. Dengan kata lain sebab dan akibat yang lebih berorientasi pada melakukan sessuatu yang baik daripada menjelaskannya. Contoh, “Bila kamu memberi makan seekor burung, kamu melakukan hal yang baik dan tebak apa yang akan kamu dapat? Yang lebih baik lagi!” Mengapa semua agama mengajarkan untuk melakukan  hal yang baik? Pada akhirnya kita ingin anak-anak kita menjadi dewasa sebagai orang yang baik  dan belajar melakukan hal-hal yang baik untuk dunia. Itulah mengapa mempelajari hubungan sebab akibat adalah pelajaran hidup yang sangat penting.


Tebak Gambar


Yuk Menggambar Siput Imut

Sumber:  Pinterest.com



Teka teki Korek Api

Pindahkan satu batang korek api agar penjumlahan ini menjadi benar

Ada Berapa Wajah?

Ada baerapa wajah pada gambar ini?

Permainan Angka Sudoku

Masukkan Angka 1-6 ke dalam kotak. 
Tiap baris, kolom dan kotak berukuran 3x2 harus diai angka 1-6

Kisah Kilat dan Petir


Dahulu kala,   Kilat dan Petir  tinggal di bumi, di antara orang-orang  lain, tapi  raja memerintahkan mereka tinggal di bagian kota yang paling jauh,  sejauh mungkin dari rumah-rumah orang lain.

Kilat, sang domba tua, dan Petir adalah puteranya, seekor domba jantan. Setiap saat domba jantan itu marah, ia biasanya mendatangi rumah-rumah dan membakarnya. Ia juga merobohkan pohon-pohon. Ia bahkan merusak ladang-ladang dan kadang-kadang mencelakakan orang. Bila Petir melakukan hal-hal buruk ini, ibunya akan memanggilnya dengan suara yang sangat keras untuk menghentikan perbuatannya, tetapi Petir sering tidak mempedulikan ibunya bila ia sangat marah. Orang-orang mengadu kepada raja.

Maka raja memerintahkan agar ibu dan anak itu meninggalkan kota dan tinggal di sebuah semak yang jauh. Tapi ketika marah Petir tetap membakar hutan, dan kadang-kadang nyala apinya menjalar ke ladang-ladang dan menghancurkannya.


Orang-orang mengadu lagi kepada raja. Raja mengusir Kilat dan Petir dari bumi. Mereka harus tinggal  di langit di mana mereka tidak menimbulkan banyak kerusakan. Sejak itu, bila Petir marah, dan ia melakukan pengrusakan seperti biasa, terdengar suara ibunya menyuruhnya berhenti. Tapi kadang-kadang sang ibu pergi agak jauh dari puteranya yang nakal , kita dapat melihat ketika sang putera marah dan melakukan kerusakan, tapi suara ibunya tidak terdengar.

Ada Berapa Segitiga?

Ada berapa segitiga dalam gambar ini?

Serupa Tapi Tak Sama


Balapan Perahu Layar Mini

               
Untuk usia:  6 tahun

Kecerdasan: Kecerdasan Fisik, Kecerdasan Visual-Spatial

Yang  dibutuhkan :
  • Styrofoam bekas kemasan barang elektronik pilih bagian yang tipis
  • Lidi atau tusuk sate
  • Kertas manila
  • Bak besar berisi air
  • Sedotan              


Pembelajaran:
  • Membuat perahu layar mini
  • Berusaha menjalankan perahu dengan cepat


Apa yang harus dilakukan:
  • Potong stryrofoam bebentuk perahu berukuran 20 X 8 cm
  • Minta anak memotong segitiga dari karton manila untuk membuat layar, sesuai kreativitasnya sendiri
  • Minta anak menghias layarnya dengan pensil warna
  • Pasang layar pada perahu dengan lidi
  • Letakkan beberapa perahu layar di bak air, pemain berusaha melajukan perahu layarnya dengan meniup layar dengan sedotan
  • Tanyakan kepada anak, layar berbentuk apa, bagaimana ukurannya dan letaknya pada perahu yang menurut anak dapat melaju dengan cepat

Ada Berapa Angka !?



Mima menulis angka 101 sampai dengan 200.

Kemudian ia berkata dalam hati, "Berapa angka 1 yang tadi kutulis, ya?"

Tahukah kamu berapa angka 1 yang ditulis Mima?

Teka Teki Silang


Pertanyaan
Mendatar:
  1. Air beku
  3. Ada di dalam mulut
  7. Kura-kura air laut
  9. Udang kering
10- Nama buah
12. Surat kabar
16. Bagian dari wajah
17. Makanan kaya protein

Menurun:
  2. Hewan penghasil susu
  3. Orang tua kita di sekolah
,,4. Sumber ait
  5. Air turun dari langit
  6. Penunjuk wakru
  8. Tidak (Bahasa Inggris)
10. Manusia kecil
12. Hewan yang cerdik
13. Saudara nuda
15. Saudara perempuan ayah atau ibu

Kisah Tiga Ikan



Di sebuah kolam terletak jauh dari jalan raya, hiduplah tiga ekor ikan dengan damai dan bahagia. Salah seekor ikan selalu akalnya, ikan kedua kadang-kadang menggunakan akal sehatnya, sedangkan ikan ketiga tidak pernah menggunakan akal sehatnya. Pada suatu hari dua orang nelayan datang ke kolam itu dan melihat ketga ikan itu yang besar dan gemuk.

 “Cepat, ayo  mengambil jala di rumah!" kata mereka “Tangkapan bagus.”

Ketika ketiga ikan mendengar berita itu, mereka ketakutan. Tak lama kemudian,  ikan yang selalu menggunakan akalnya langsung menemukan  apa yang harus dilakukannya. Tanpa bicara kepada saudara-saudaranya, ia segera berenang ke jalan keluar kolam dan keluar dari bahaya.

Para nelayan segera kemballi  ke kolam. Mereka melihat bahwa salah satu ikan sudah menghilang. Mereka juga melihat jalan keluar dari kolam dan segera menutupnya. Sekarang ikan-ikan itu tidak dapat melarikan diri lagi.

Dengan putus asa, ikan yang kadang-kadang menggunakan akalnya, pura-pura mati dan mengapung di permukaan air.  Para nelayan mengambil dan memeriksannya. Mereka melemparkannya kembali ke kolam karena mereka kira ia sudah mati. 

Sementara ikan yang tak pernah menggunakan akalnya meyelam ke dasar kolam dimana ia mudah ditangkap.,  dan hari itu juga ia disajikan di meja makan sang raja.


Acak-acak Nama Buah

Berikut ini ada beberapa naa buah, tapi tidak ditulis dengan benar
Dapatkah kamu menebak nama buah yang benar?
  UDUK
  EKEKSEM
  LEBIMGIBNG
  CEPAKI
  GRUAGN
  RUDINA
  AJUMB 
  ERKUJ
  GANGAM

Bila Gaya Pengasuhan Anda Berbeda


 

Bila Anda dan pasangan mempunyai gaya pengasuhan yang berbeda, anak-anak Anda dapat mendapat pelajaran berharga karena mempunyai orang tua dengan pendekatan yang agak berbeda pula. Asal ... Anda dan pasangan tidak bertengkar di depan mereka.

 

Bertengkar karena gaya penghasuhan yang berbeda  akan membawa lebih banyak kerusakan daripada perbedaan gaya pengasuhan itu sendiri.

 

Lakukan eksperimen dengan tips berikut ini:

 

  • Setuju bahwa Anda akan menerapkan gaya pengasuhan masing-masing, tapi Anda tidak akan mengkritik teknik yang digunakan oleh pasangan Anda di depan anak-anak. Anak-anak Anda perlu mengetahui bahwa  Anda saling mendukung satu sama lain.
  • Bersiaplah bila anak-anak mengeluh tentang perlakuan dari pasangan Anda. Latihlah bagaimana respons Anda. Misalnya, “Ayah mempunyai caranya sendiri. Ibu harap kamu dapat belajar untuk memahaminya bersama Ayah.”
  • Ingatlah bahwa tidak ada yang merusak anak-anak lebih buruk daripada mereka tahu bahwa mereka dapat memanipulasi orang tuanya melawan satu sama lain

Tebak Gambar


Mengapa Kita Berkedip?


Walau pun kamu tidak menyadarinya, berkedip adalah sesuatu yang kamu lakukan terus-menerus. Orang berkedip sebanyak 10 – 15 kali tiap menit.
Alasan kita berkedip adalah menjaga mata terasa nyaman. Berkadip menjaga mata kita tetap basah dan lembab dan menjaga kebersihan mata dengan menyapu debu dan kotoran dari mata.   
Berkedip merupakan suatu gerakan refleks, yang artinya kita lakukan tanpa berpikir. Ketika kita berkedip, tubuh kita melakukannya dengan alami setiap beberapa detik, tetapi tubuh kita juga melakukannya untuk melindungi mata kita bila kita berpikir sesuatu seperti seekor serangga bergerak ke arah mata anda.

Sumber: Whyzz.com
Explor

Permainan Angka Sudoku

Masukkan \angka 1-6 ke dalam kotak.
Tiap baris, kolom dan kotak 3x2 harus diisi angka 1-6

Rubah dan Bangau



Rubah bertemu dengan bangau dan mengundangnya untuk makan malam.

“Dengan senang hati,” kata bangau.

Ketika mereka tiba di rumah rubah, makan malam sudah dihidangkan. Bangau kelihatan tidak begitu senang. Rubah menghadangkan sup panas yang lezat di piring yamg ceper. Bangau yang malang hanya dapat memandangi rubah makan. Rubah mengangggap hal itu lucu.

Esok harinya bangau balas mengundang rubah ke rumahnya untuk makan malam. Bangau mengeluarkan sup yang sedap dalam botol dengan leher yang tinggi dan sempit.

Bangau berkata. “Rubah temanku, selamat menikmati. Semoga hidangan malam ini sama lezatnya dengan masakanmu semalam.” Kemudian ia menuangkan separuh sup ke dalam mangkuk dan menghidangkannya untuk rubah.

Rubah yang licik merasa samgat malu hingga ia tidak pernah menatap wajah orang lain sejak hari itu.




Apakah Kamu Melihat Kucing?

Dapatkah kamu melihat kucing dalam gambar ini?



Ada Beraps Hewan?


Ada berapa hewan dalam gambar ini?



Mengapa Terjadi Hujan?

Mengapa Hujan?
Ketika hujan, apakah karena seseorang membuka selang air raksasa di langit? Apakah hujan terjadi ketika awan merasa sedih dan mulai menangis?  Atau mungkin hujan terjadi karena matahari, bulan dan bintang ingin mandi?

Hujan datang dari awan, yang merupakan banyaaak sekali tetesan air kecil yang saling berpegangan satu sama lain. Hujan terbentuk karena tetes-tetes air kecil yang membentuk awan menjadi berat, terutama bila tetes-tetes air kecil itu saling bertabrakan dan menjadi tetesan yang lebih besar (satu tetes air hujan terdiri dari jutaan tetes air kecil). Ketika tetesan air di awan menjadi cukup berat, gravitasi akan menariknya ke bawah dan tetesan itu akan jatuh ke tanah berupa hujan.

Setelah air hujan dari awan jatuh ke tanah dan matahari kembali muncul, air yang jatuh menguap ke udara, sehingga terbentuk lebih banyak dan akhrinya lebih banyak hujan.
Alasan yang sangat penting mengapa terjadi hujan adalah karena hujan sangat bermanfaat untuk hal-hal yang beraneka di bumi seperti hewan minum air hujan, tumbuhan menyerap air hujan dan menggunakannya untuk tumbuh dan membuat bahan makanan dan kamu yang menggunakan air untuk berenang, minum, mandi dan lain-lain.


Sumber: whyzz.com

Dua Pengembara dan Beruang

Dua pria melakukan perjalanan bersama. Tiba-tiba mereka bertemu dengan seekor  beruang.

Satu dari mereka cepat-cepat memanjat pohon dan bersembunyi di antara cabang-cabang pohon. Seorang lagi, yang merasa ia akan diserang, berbaring di tanah. Ketika si beruang menyentuh tubuh orang itu dengan cakarnya dan membaui seluruh tubuhnya, orang itu menahan napasnya dan berpura-pura mati. Beruang itu segera meninggalkanya sambil mengatakan bahwa tidak mau manyentuh orang mati. 

Ketika beruang sudah pergi, orang yang memanjat pohon turun ke tanah, dan bertanya kepada temannya apa yang dikatakan beruang kepadanya. “Beruang itu memberiku nasihat,” kata temannya, “Jangan pernah melakukan perjalanan dengan teman yang meninggalkanmu ketika bahaya mendekatimu.”

Moral: Ketidak beruntungan akan menguji ketulusan teman Anda


Ada Berapa Segitiga?

Ada berapa segitiga pada gambar ini?



Gelindingkan!

Aktivitas ini Cocok untuk anak usia 1 - 2 tahun

Apa yang diperlukan;
Benda yang  rata dan cukup panjang seperti papan, nampan, karton tebal yang kukuh, atau buku besar. Letakkan bantal atau setumpuk buku sebagai pengganjal sehinga papan seperti seluncuran.


Pembelajaran; 
Aturan, berbagi, bekerja sama, bahasa

Yang harus Anda lakukan:
  • Mulai mengelindingkan benda dan kemudian minta anak melakukannya.
  • Gelindingkan bola, dan benda lain, misalnya benda yang bagian bawahnya ada karet sehingga menempel pada seluncuran atau benda yang bagian bawahnya rata
  • Bicarakan tentang warna dan tekstur benda yang digelindingkan
  • Bersoraklah ketika anak meluncurkan benda yang menggelinding dengan mudah untuk meningkatkan harga dirinya

Berapa Umurnya?

Ibu Rosita berkata, "Ketika umur saya 6 tahun, adik saya Anita setengzh umur saya.
Sekarang saya berumur 45 tahun, berapa umur Anita?"

Apa Penyebab Stres Pada Anak-Anak?


Stres adalah reaksi tubuh secara fisik, kimiawi dan emosional  terhadap situasi yang : luar  biasa, membingungkan atau menggairahkan.  Walaupun kehidupan anak-anak tampak begitu sederhana, anak dari segala xciting situation. usia dapat mengalami stres. Tetapi tidak semua  stres berdampak buruk.    Stres normatif,  yang terjadi pada saat transisi sepanjang masa perkembangan anak seperti  belajar berjalan, masuk sekolah dan berkenalan dengan teman baru sebetulnya adalah bentuk produktif dari kecemasan karena membantu anak berkembang dan menjadi lebih mandiri.
Sebaliknya, stres karena perubahan hidup biasanya lebih membingungkan dan mengecewakan untuk anak. Kejadian atau situasi yang dapat memicu stres karena perubahan hidup misalnya;
  • Perceraian. Ketika orang tua bertengkar terus menerus atau berpisah,  rasa aman anak terancam, anak merasa sendirian dan ketakutan.
  • Pindah. Pergi ke rumah, lingkungan, sekolah, kelompok teman yang baru dapat manyebabkan anak merasa tidak aman dan bingung
  • Kematian. Kematian anggota keluarga yang dekat, teman, atau hewan kesayangan sering membingungkan dan rasa duka yang ditimbulkannya terasa sangat menyakitkan. Anak mungkin merasa ditinggalkan atau bila anak merasa menjadi sebab  kematian itu maka ia akan merasa bersalah. Selain itu, kematian yang terjadi  secara acak, misalnya karena kecelakaan mobil dapat menyebabkan anak gelisah dan ketakutan.
  • Jadwal yang terlalu padat. Dari kegiotan sekolah ke latihan atletik kemudian les musik tanpa waktu untuk bersantai dapat menyebabkan kecemasan pada anak yang tidak mampu menghadapi jadwal yang terlalu padat.
  • Tekanan dari teman sebaya. Anak usia pra sekolah dapat terpengaruh oleh bagaimana cara anak-anak lain berpikir dan bertindak. Tidak ingin berbeda  dengan anak-anak lain dapat membuat anak menjadi cemas dan gelisah.
  •  


Sumber: parents.com

Quotation


Yuk Menggambar Pikachu!



Teka Teki Matematika


Kebo Iwa

Dahulu kala, sepasang suami istri hidup di  Bali. Mereka sudah lama menikah tapi belum juga dikarunial anak.Tak henti- hentinya mereka berdoa kepada Tuhan agar diberi keturunan. 

Doa mereka akhirnya dikabulkan. Sang isteri mengandung dan melahirkan seorang bayi laki-laki. Suami isteri itu sangat bahagia. Tapi  bayi mereka tidak seperti bayi pada umumnya. Ia makan dan minum lebih banyak dari bayi lainnya.  Makin besar ia makan dan minum makin banyak.  Ketika ia menhginjak usia remaja tubuhnys sebesar kerbau. Orang-orang memanggilnya Kebo Iwa.

Karena kebiasaaan makannya, Kebo iwa menghabiskan banyak uang untuk membeli makanan. Orang tuanya tidak mampu lagi menyadiakan makanan untuknya. Akhirnya mereka minta bantuan dari warga desa.

Warga desa kemudian bergotong royong memasak untuk Kebo  Iwa dan membangun rumah  yang besar untuknya. Tubuh kebo Iwa seperti raksasa sehingga tidak dapat lagi tinggal di rumah orang tuanya.

Lama kelmaan warga desa kewalahan menyediakan makanan untuk Kebo Iwa. Mereka akhirnya hanya menyediakan bahan mskanan dan meminta pemuda itu  memasak sendiri makanannya.

Kebo Iwa setuju dan sebagai ucapan terima kasihnya. Ia mambangun bendungan dan menggali sumur. Ia juga melindungi desa dari binatang buas.

Sementara itu tentara Majapahit merencanakan untuk menyerang Bali. Mereka tahu tentang  Kebo Iwa. Mereka juga tahu bahwa mereka tidak dapat mengalahkan Bali dengan Kebo Iwa ada di sana.
Ia terlalu kuat.

Maha Patiih Gajah Mada yang memimpin Majapahit membuat rencana. Tentatra Majapahit meminta Kebo Iwa pergi ke Majapahit untuk menggali sumur karena saat itu musim kering panjang. Kebo iwa tanpa prasangka pergi ke Majapahit.

Ketika Kebo Iwa sedang sibuk menggali sumur yang besar, tentara Majapahit menutup lubang sumur dengan tanah, sehingga Kebo Iwa tertimbun. Ia mengalami kesulitan bernapas sehingga ia tewas dalam sumur yang dikerjakannya.

Setelah Kebo Iwa meninggal, Bali dikalahkan oleh Majapahit. Hingga sekarang Kebo Iwa dikenang karena jasanya untuk Bali dan Majapahit.